iseng-iseng pas nonton tv..kok langsung channel mengarah ke Metro TV..dan disitu ada Mario Teguh “Golden Ways”..
wah..senang ternyata..ada tontonan menarik disela-sela kebosananku..
pas waktu itu lagi bahas tentang ISU..
nah..karena lihatnya gak mulai dari awal..jadi aq hanya bisa menceritakan sepenggal aja..
nih..temen-temen yang baca..ada dua pilihan yang akan aku tujukan buat kalian semua..
kalau kalian diberi pilihan..
1. Ingin menjadi “Sebab yang baik bagi kehidupan”? atau
2. Ingin menjadi “Sebab bagi kehidupan yang baik”?
nah..kalian jawab apa..tanpa mengurangi rasa hormat saya atas jawaban dari temen-temen semua..
sebenarnya saya memilih pilihan 1 ya..saya ingin menjadi sebab yang baik bagi kehidupan..dan ternyata Pak Mario Teguh pun menjawab pilihan 1.
alasannya sebenarnya simple.. kalau saya memilih ingin menjadi sebab bagi kehidupan yang baik..untuk mencapai kehidupan yang baik ini..sebelumnya kita melakukan apa saja?apakah yang kita lakukan itu benar2 bisa dikata baik?karena yang terpikir hanyalah gimana caranya kita mencapai kehidupan yang baik, jadi dengan cara apapun baik positif maupun negatif..maka cara itu lah yang akan diambil untuk mencapai kehidupan yang baik.
tetapi kalau kita memilih pilihan 1 yaitu ingin menjadi sebab yang baik bagi kehidupan kita, ya..itu baru pilihan yang tepat..
FYI, didalam hidup ini kadang kita hanya memikirkan apakah tujuan ataupun cita-cita yang kita impikan selama ini akan terwujud..tapi pernahkah kita berpikir..bagaimana caranya agar kita dapat mencapai tujuan itu..yang kita pikirkan hanya hasil akhir..nah..kalau kita sudah mengerti dan paham bagaimana caranya agar kita dapat mencapai tujuan kita masing-masing..dengan melakukan :
1. Segala sesuatu yang kita pikirkan itu baik
2. Semua sikap kita itu baik
3. Segala sesuatu yang kita lakukan itu baik
maka, sebenarnya kita telah menjadi Sebab Yang Baik Bagi Kehidupan yang baik tentunya..
mengapa begitu?..karena..berdasarkan filosofi yang beredar umum..”Jika kita menginginkan suatu hasil yang bagus maupun baik, maka kita juga harus menanamkan benih yang baik pula”..kasarannya..jika kita ingin mendapatkan sesuatu yang baik, maka berlakulah baik kepada diri kita sendiri dulu..
dan satu lagi..apabila seseorang yang kita jadikan inspirasi atau panutan ternyata berbuat salah..maka yang harus kita pikirkan adalah..diri kita sendiri dulu..sudahkan kita menjadi pribadi yang baik..sudahkah kita berpikiran baik, bersikap dan berkelakuan baik..
*sylvia*